Alat Kontrasepsi KB
Oleh : Bidan Esi Esasi
Alat kontrasepsi KB merupakan alat yang digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan. Alat kontrasepsi KB terdiri dari alat kontrasepsi KB sederhana dan modern. Alat kontrasepsi KB sederhana meliputi alat kontrasepsi KB tanpa alat dan dengan alat. Sedangkan alat kontrasepsi KB yang modern meliputi kontrasepsi hormonal yaitu meliputi pil, suntikan, alat kontrasepsi bawah kulit (implant); alat kontrasepsi dalam rahim (IUD); dan kontrasepsi mantap : pada wanita (tubektomi) dan pada pria (vasektomi).
Alat Kontrasepsi KB IUD
Alat kontrasepsi KB IUD atau Intra Uterine Devices merupakan salah satu jenis alat kontrasepsi yang cukup populer digunakan oleh para kaum wanita. Alat kontrasepsi KB IUD biasa disebut juga dengan KB spiral. Alat kontrasepsi KB IUD ini terbuat dari tembaga yang kemudian dimasukkan ke dalam rahim. Alat kontrasepsi KB IUD bekerja dengan cara mengganggu pergerakan sperma sehingga mencegah sperma untuk masuk ke dalam sel telur. Tembaga dalam alat kontrasepsi KB IUD bertindak sebagai spermisida dalam rahim. Hal ini meningkatkan kadar ion tembaga, prostaglandin, dan sel-sel darah putih di dalam rahim.
Efek Samping Alat Kontrasepsi KB IUD
Efek samping alat kontrasepsi KB IUD meliputi :
- Amenorea. Alat kontrasepsi KB IUD memiliki efek samping salah satunya yaitu amenorea. Penanganan yang dapat dilakukan pada efek samping alat kontrasepsi KB IUD ini ialah pastikan pasien tersebut hamil atau tidak. Bila klien tidak hamil alat kontrasepsi KB IUD tidak perlu di cabut, cukup konseling saja. Jika tetap saja klien menganggap amenorea yang terjadi sebagai masalah, maka di rujuk. Jika terjadi kehamilan 13 minggu dan benang alat kontrasepsi KB IUD terlihat, cabut alat kontrasepsi KB IUD anjurkan klien kembali jika terjadi perdarahan, kram, cairan berbau atau demam. Jangan cabut AKDR jika benang tidak kelihatan dan kehamilan > 13 mgg. Jika klien hamil dan ingin meneruskan kehamilannya tanpa mencabut alat kontrasepsi KB IUD jelaskan kepadanya tentang meningkatnya resiko keguguran, kehamilan preterm, infeksi, dan kehamilan harus di awasi ketat.
- Kram. Efek samping alat kontrasepsi KB IUD selanjutnya adalah kram. Penanganan dari kram tersebut harus dipikirkan kemungkinan terjadi infeksi dan berikan pengobatan yang sesuai. Jika kram tidak parah dan tidak di temukan penyebabnya cukup di berikan analgetik saja. Jika penyebabnya tidak di temukan dan menderita kram berat cabut alat kontrasepsi KB IUD kemudian ganti alat kontrasepsi KB IUD baru atau cari metode yang lain.
- Perdarahan yang tidak teratur. Efek samping alat kontrasepsi KB IUD yaitu perdarahan yang tidak teratur dan banyak paling sering di temukan pada 3-6 bulan pertama. Apabila klien menderita infeksi panggul/ KET rujuk bila perlu. Bila tidak di temukan kelainan patologik dan perdarahan masih terjadi dapat diberi obat yaitu dengan dosis 3 x 800 mg untuk 1 minggu, atau pil kombinasi 1 siklus saja. Bila perdarahan banyak beri 2 pil kombinasi untuk 3-7 hari, atau boleh juga di beri 1,25 mg estrogen equin konyugasi selama 14-21 hari, bila perdarahan terus berlanjut sampai klien anemia, cabut alat kontrasepsi KB IUD bantu klien untuk memilih metode lain.
- Benang hilang. Efek samping alat kontrasepsi KB IUD benang hilang harus di periksa apakah klien hamil atau tidak. Bila klien tidak hamil dan alat kontrasepsi KB IUD masih di tempat, tidak ada tindakan yang perlu di lakukan, bila tidak yakin alat kontrasepsi KB IUD masih di dalam klien itdak hamil, maka klien di rujuk untuk di lakukan pemeriksaan rontagen/USG. Bila tidak di temukan pasang kembali alat kontrasepsi KB IUD sewaktu datang haid. Jika di temukan kehamilan dan benang alat kontrasepsi KB IUD tidak kelihatan lihat penanganan amenorea.
Dugaan radang panggul. Efek samping alat kontrasepsi KB IUD selanjutnya yaitu dugaan radang panggul. Bila penyebab kuman gonokokus atau klamidia, cabut alat kontrasepsi KB IUD dan berikan penanganan yang sesuai. Penyakit radang ini cukup di obati dan alat kontrasepsi KB IUD tidak perlu di cabut. Apabila klien dengan penyakit radang panggul dan tidak ingin memakai alat kontrasepsi KB IUD lagi beri antibiotika selama 2 hari kemudian alat kontrasepsi KB IUD di cabut dan bantu klien untuk memilih metode kontrasepsi lain.
Daftar Pustaka:
- Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi
- merdeka.com
Incoming search terms:
- tindakan yang dilakukan jika benang AKDR tidak di temukan

