Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
Oleh : Suster Evi Siti Saripah S.Kp..,Ners
Keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri dan memiliki jumlah anak yang ideal dan sebagainya. Terkadang ada beberapan pasangan yang mengeluhkan adanya banyak anak karena seorang ibu tidak melakukan KB (keluarga berencana). Program BKKBN telah digalakan untuk menekan jumlah angka kelahiran yang semakin bertambah setiap tahunnya, berbagai penyuluhan pun dilakukan untuk memiliki jumlah anak yang disesuaikan dengan kemampuan diri dan faktor ekonomi.
Kini banyak wanita telah melakukan KB dengan menggunakan alat kontrasepsi yang dinilai aman dan ideal untuk digunakan. Salah satunya adalah IUD atau yang dikenal alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR).
Pengertian Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
AKDR adalah suatu alat untuk mencegah kehamilan yang efektif, aman dan reversibel yang terbuat dari plastik atau logam kecil yang dimasukkan dalam uterus melalui kanalis servikalis. Atau AKDR merupakan suatu alat kontrasepsi yang dimasukkan dalam rahim terbuat dari bahan polyethylene dilengkapi dengan benang nylon sehingga mudah dikeluarkan dari dalam rahim.
Mekanisme Kerja Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
- Timbulnya reaksi radang lokal yang non spesifik didalam cavum uteri sehingga implantasi sel telur yang telah dibuahi terganggu.
- Produksi lokal prostaglandin yang meninggi yang menyebabkan terhambatnya implantasi.
- Gangguan / terlepasnya blastocyt yang telah berimplantasi didalam endometrium.
- Pergerakan ovum yang bertambah cepat didalam tuba fallopii.
- Immobilisasi spermatozoa saat melewati cavum uteri.
- AKDR juga mencegah spermatozoa membuahi sel telur.
Macam-Macam Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
Digolongkan menjadi 2 yaitu :
- Un Medicated AKDR
AKDR yang tidak mengandung obat, merupakan AKDR standar, terbuat dari polythylene ( suatu plastik inert secara biologik ). Lippes Loop dapat dibiarkan in-utero untuk selama –lamanya sampai menopause, sepanjang tidak ada keluhan atau persoalan bagi akseptornya. - Medicated AKDR
AKDR yang mengandung obat, termasuk jenis ini antara lain copper AKDR dan AKDR yang mengandung hormon. AKDR yang mengandung hormon yaitu progestasert- T = Alza T mengandung 38 mg progesterone dan barium sulfat, melepaskan 65 mcg progesterone perhari. Daya kerja : 18 Bulan.
Efektifitas Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
Efektifitas tinggi walau masih terjadi 1-3 kehamilan per 100 wanita pertahun untuk AKDR umumnya, sedangkan untuk lippes loop 2 kehamilan pertahun. Untuk AKDR yang berlapis tembaga sebaiknya diganti setelah kurang lebih 4 tahun dipakai, karena maki lama efektifitasnya makin turun.
Indikasi pemasangan AKDR :
- Usia reproduktif
- Pernah melahirkan dan mempunyai anak, serta ukuran rahim tidak kurang dari 5 cm.
- Menginginkan menggunakan kontrasepsi jangka panjang
- Menyusui yang menginginkan menggunakan kontrasepsi
- Setelah abortus dan tidak terlihat adanya infeksi
- Resiko rendah dari IMS
- Tidak menghendaki metode hormonal
- Tidak ada kontraindikasi
AKDR dapat digunakan pada ibu dalam segala kemungkinan misalnya :
- Perokok
- Setelah keguguran atau kegagalan kehamilan apabila tidak terlihat adanya infeksi
- Sedang memakai antibiotik atau antikejang
- Gemuk ataupun yang kurus
- Sedang menyusui
Kontraindikasi pemasangan AKDR :
- Kehamilan
- Penyakit inflamasi pelvic
- Karcinoma servik atau uterus
- Riwayat atau keberadaan penyakit katup jantung karena penyakit ini rentan terhadap endometritis bacterial
- Keberadaan miomata, malformasi congenital, atau anomaly perkembangan yang dapat mempengaruhi rongga uterus
- Diketahui atau dicurigai alergi terhadap tembaga atau penyakit wilson ( penyakit genetik yang diturunkan yang mempengaruhi metabolisme tembaga sehingga mengakibatkan penumpukkan tembaga diberbagai organ dalam tubuh)
- Ukuran uterus tidak sesuai kurang dari 5 cm
- Resiko tinggi penyakit menular seksual
- Riwayat kehamilan ektopik
- Servikitis atau vasginitis akut
- Peningkatan kerentanan terhadap infeksi, seperti Diabetes, HIV/AIDS
- Penyakit hati akut
- Diketahui atau dicurigai terkena carcinoma payudara kontraindikasi hanya pada penggunaan AKDR hormonal
- Trombosis vena dalam atau embolisme paru ( penggunaan AKDR hormonal)
- Sakit kepala migren ( penggunaan AKDR hormonal )
Efek Samping dan Komplikasi Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
- Bercak darah dan kram perut sesaat setelah pemasangan AKDR
- Nyeri berat yang berlanjut akibat kram perut
- Disminorhoe
- Perubahan atau gangguan menstruasi
- Perdarahan berat atau berkepanjangan
- Anemia
- Benang AKDR hilang, terlalu panjang, atau terlalu pendek
- AKDR tertanam dalam endometriu atau miometrium
- AKDR terlepas spontan
- Kehamilan, baik AKDR masih tertanam dalam endometriu atau setelah AKDR terlepas spontan tanpa diketahui
- Kehamilan Ektopik
- Aborsi
- Perforasi serviks atau uterus
- Kista ovarium hanya pada penggunaan AKDR hormonal
Daftar Pustaka
- Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim ( AKDR ) dalam : Panduan Pelayanan KB IDI. Jakarta : PB IDI. 1998 : 37 – 59.
Incoming search terms:
- akdr
- gambar akdr
- gamba akdr
- akdr kontrasepsi
- benang iud terlalu panjang
- gambar AKDR KB
- gambar alkes alat kontrasepsi dalam rahim
- pen light bkkbn


